Friday, 7 November 2014

Analisis Usaha Kambing Peranakan Etawah (PE)

Analisa Usaha Kambing Peranakan Etawah (PE)- Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel saya sebelumnya mengenahi Bisnis Kambing Peranakan Etawah (PE). Bagi anda yang belum membaca bisa di cari di arsip website ini.

Asumsi

Untuk melaksanakan analisa usaha kambing PE diperluka asumsi-asumsi, dimana data yang digunakan dalam asumsi adalah nilai terendah dari data yang penulis kumpulkan dari berbagai sumber. Adapun asumsi-asumsi tersebut adalah sebagai berikut :

1.       Masa produktif kambing betina dan pejantan adalah 5 tahun.
2.       Pembelian kambing etawa adalah kambing yang siap untuk beranak kualitas standar.
3.        Waktu pemeliharaan adalah 5 tahun.
4.       Induk dapat beranak 3 kali dalam 2 tahun. Dan dalam sekali beranak dihitung rata-rata 1 ekor per kelahiran (kelahiran anak 2-3 ekor dikesampingkan) jadi setiap induk diasumsikan beranak 8 ekor selama 5 tahun.
5.       Jumlah cempe yang hasilkan selama 5 tahun adalah : 8 ekor x 22 induk = 176 ekor cempe.
6.       Angka kematian 10%, sehingga diperkirakan kematian maksimal adalah sebanyak 17 ekor. Jadi kambing yang bisa di jual 159 ekor.
7.       1 (satu) ekor kambing PE diperkirakan menghasilkan 7,5 kg pupuk kandang (fecess) per bulan. Harga pupuk kandang di Rp. 200/kg.
8.       1 (satu) ekor kambing etawa diperkirakan dapat menghasilkan urine sebanyak 15 liter per bulan (potensi 30 liter per bulan), dengan asumsi harga urine di pasaran Rp.1500/liter.
9.       Harga cempe mengacu pada kriteria kambing standart yang terjadi di pasaran Rp.1.500.000
10.   Produksi susu per ekor 1 liter/hari.  Jadi selama 5 tahun = 1 liter x 30 hari x  4 bulan x 7 laktasi x 22 ekor = 18.480 liter
11.   Harga susu Rp.20.000
12.   Hasil perhitungan bisa berbeda, jika asumsi yang digunakan juga berbeda.

 A. Investasi

Kambing betina 22 ekor @ Rp. 4.000.000
88.000.000
Kambing jantan 2 ekor @ Rp. 4.500.000
   9.000.000
Kandang 4 unit @ Rp. 5.000.000
 20.000.000
Peralatan kandang Rp. 500.000
       500.000
Total
117.500.000
B. Biaya Tetap

Penyusutan kambing
60.000.000
Penyusutan Kandang
10.000.000
Panyusutan alat
500.000
Total
70.000.000
C. Biaya Variabel

Gaji karyawan Rp.1.000.000/bln x 12 bln x 5th
60.000.000
Biaya Pakan @Rp.3.000/ekor/hari x 12 bln x 5 th
129.600.000
Total
189.600.000
D.Proyeksi Pendapatan

Penjualan cempe @Rp.1.500.000 x 159 ekor
238.500.000
Penjualan susu Rp.20.000 x 18.480 liter
369.600.000
Penjualan Induk Afkir @Rp.1.500.000 x 22 ekor
33.000.000
Penjualan Induk Jantan @Rp.2000.000 x 2 ekor
4.000.000
Penjualan kompos 7,5 kg x12 bulan x 5 th x Rp.200 x 24 ekor
2.160.000
Total
647.260.000
E. Keuntungan

Pendapatan – total biaya (Rp.647.260.000-Rp.259.600.000)
387.660.000
Keuntungan per bulan
6.461.000


F     B/C Ratio
  • Penerimaan Total / biaya 
  • 647.260.000 / 259.600.000
  • 2,49
    B/C Ratio 2,49 artinya setiap Rp.1,- biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan pendapatan/penerimaan sebesar  Rp.2,49,-
Keuntungan masih bisa bertambah jika harga jual cempe lebih tinggi, jumlah ternak yang lahir per induk (liter size) lebih dari 1 ekor  serta peternak mampu memanfaatkan potensi urin kambing.  Potensi tambahan penghasilan adalah sebagai berikut :
  • Rp.238.500.000 selama 5 tahun jika liter size rata-rata 2 ekor
  • Jika cempe berkualitas super maka harga nya bisa lebih dari Rp.1.500.000 per ekor 
  • Potensi urin sebesar 15 liter x 24 ekor x Rp.1.500 = Rp.540.000 per bulan. Jika dimaksimalkan bisa mencapai Rp.1.080.000 per bulan
Catatan:
Agar dapat mencapai pendapatan yang maksimal, peternak harus memegang 3 kunci, yaitu bibit yang baik, pakan yang berkualitas dan manajemen pemeliharaan yang baik serta bisa memasarkan susu kambing baik dalam bentuk segar maupun olahan sehingga harga jual susu tinggi.

Analisis Usaha Kambing Peranakan Etawah (PE)
4/ 5
Oleh