Thursday, 6 November 2014

Ayo, migrasi ke Linux!

Hai sob, pada posting kali ini saya akan mengajak untuk bermigrasi ke Oprating System Linux dalam rangka mengurangi pembajakan software serta berpartisipasi di IGOS (Indonesia Go Open Source).
Maskot Linux

Mengapa migrasi ke Linux?

Linux merupakan oprating system yang open source dan di dukung dan dikembangkan oleh banyak donatur dan progamer di seluruh dunia. Sehingga pada Interface dan kekuatan programnya semakin familiar dan powerfull. Pengguna pun akan dimudahkan dalam menjalankan.

Linux mempunyai distribusi yang paling banyak. Istilah distribusi dalam linux sering disebut dengan sebutan DISTRO. Lebih dari 300 distro yang terkenal di dunia dan hampir di setiap negara memiliki distro tersendiri.

Di Indonesia ada beberapa Distro yang dikembangakan oleh programer, tujuan utama mereka adalah untuk menghilangkan situs porno di Indonesia.

Apakah Linux aman dari virus komputer?

Dari pengalaman saya menggunakan Linux, proteksi terhadap file - file atau kemaanan terhadap file - filenya cukuplah tinggi. Virus yang berasal dari Oprating System Windows tidak dapat berjalan di Oprating System Linux. Mengapa demikian? Dikarenaka sistem file yang berbeda dan sistem foldernya. 
Partisi linux terdiri dari :

1. Partisi root
Partisi root (dilambangkan dengan / – bedakan dengan /root), Partisi root ( / ) digunakan untuk menginstall sistem Linux, hampir sama dengan sistem windows yang biasanya ditaruh di drive C
2. Partisi /swap
Partisi SWAP digunakan sebagai tambahan memori ketika RAM tidak mencukupi ketika sistem menjalankan suatu program. Besarnya Partisi SWAP biasanya 2x ukuran RAM. Jadi jika ram yang kita gunakan adalah 1gb maka besarnya Partisi SWAP adalah 2gb.
3.Partisi /home
Partisi /home diperlukan untuk menghindari kehilangan data saat sistem anda crash dan perlu di-reistalasi. Kondisi seperti diatas diasumsikan hardisknya hanya digunakan untuk satu OS (linux). Anda bisa mempergunakan file sistem Linux ataupun file sistem Windows untuk partisi ini. Partisi /home selain digunakan untuk tempat penyimpanan data User juga digunakan oleh beberapa program untuk meletakkan file konfigurasinya. Sesuaikanlah ukuran partisi /home dengan kapasitas harddisk.
Secara rinci, anda bisa saja membuat lebih dari dua partisi untuk GNU/Linux. Misalnya, partisi khusus untuk direktori /boot, /home, /usr, /bin, /var, /etc atau partisi tambahan lainnya. Tapi, bagi pemula, cukup membagi-nya menjadi 3 partisi saja. Partisi swap (1x RAM komputer, sesuaikan kapasitas memory ), partisi root (/) untuk bernaungnya direktori lain, dan partisi /home untuk menyimpan data-data.
4. Partisi /boot
Partisi boot digunakan untuk menyimpan file boot loader dan semua images dari kernel. Besar partisi untuk boot biasanya mempunyai nilai minimum 100MB.
5. Partisi /usr
Partisi /usr digunakan untuk menyimpan semua file binari dari linux yang diinstal, maka dari itu harus diberi ukuran yang cukup besar.
6. Partisi /chroot
Partisi ini digunakan untuk menyimpan komponen dari chroot,biasanya dibuat pada linux yang akan digunakan sebagai DNS server.
7. Partisi /cache
Partisi cache digunakan untuk menyimpan cache dari proxy server, misalnya squid. Jika linux tidak digunakan sebagai proxy server, bisa diabaikan.
8. Partisi /var
Partisi /var digunakan untuk menyimpan log file system, yaitu menyimpan semua perubahan yang terjadi pada sistem saat sistem berjalan normal.
9.Partisi /tmp
Partisi ini digunakan untuk menyimpan file temporary. 

Sementara pada windows semuanya ada di dalam partisi system yang biasanya terdapat di partisi C.
Refrensi : http://masfays.blogspot.com/2012/07/mengenal-partisi-di-linux.html


 



Ayo, migrasi ke Linux!
4/ 5
Oleh