Wednesday, 5 November 2014

BISNIS KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE)


 BISNIS KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE)
Oleh Ferry Tamaluddin, S.Pt



Bisnis Kambing Peranakan Etawah PE-Kambing Peranakan Etawah (PE) termasuk dalam kelompok kambing dwiguna. Kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing Etawah dari India dengan kambing Kacang (lokal. Namun dewasa ini, kambing PE lebih dikenal sebagai penghasil susu yang cukup baik. Beberapa karakter penting dari kambing PE (Peranakan Etawah) yaitu :
  • Bentuk muka cembung;
  • Telinga relatif panjang (18-30 cm) dan terkulai.
  • Jantan dan betina bertanduk pendek. 
  • Warna bulu bervariasi dari kream sampai hitam. Bulu pada bagian paha belakang, leher dan pundak lebih tebal dan lebih panjang daripada bagian lainnya. 
  • Warna putih dengan belang hitam atau belang coklat cukup dominan. 
  • Tinggi badan untuk jantan 70-100 cm, dengan berat badan dewasa mencapai 40-80 kg untuk jantan dan 30-50 kg untuk betina. 
 
A. Peluang Usaha

      Sebagai kambing tipe dwiguna, kemampuan produksi susu kambing PE relatif tinggi, yang sebagian dapat dimanfaatkan oleh petani tanpa mengganggu pertumbuhan anak kambingnya. Dewasa ini telah banyak usaha peternakan kambing PE (Peranakan etawah) yang secara tegas memfokuskan usahanya untuk produksi susu (kambing perah).
1. Permintan Semakin Meningkat
       Perkembangan usaha peternakan kambing perah di Indonesia
selama 10 tahun terakhir menunjukkan tren yang positif baik dilihat dari jumlah usaha peternakan kambing perah yang dikelola secara komersial maupun dari populasi ternak kambing yang dipelihara di setiap unit usaha.  Peningkatan jumlah ini tidak terlepas dari sambutan positif dari pasar terhadap susu kambing, walaupun masih fluktuatif dari waktu ke waktu. Permintaan akan susu kambing cukup tinggi khususnya di daerah perkotaan
2. Nilai gizi tinggi sehingga sangat baik untuk kesehatan.
    Susu secara umum adalah sumber gizi yang paling sempurna/lengkap. Keunikan susu kambing dibandingkan susu sapi juga mempunyai nilai tersendiri. Susu kambing lebih mudah dicerna dan sangat baik untuk mereka yang alergi akan susu sapi, serta bisa untuk dikonsumsi semua kalangan umur.
     Susu kambing mempunyai beberapa kelebihan di antaranya butir-butir lemaknya lebih kecil dari butir-butir lemak susu sapi dan oleh karena itu susu kambing mudah dicerna. Susu kambing dengan kandungan gizi yang seimbang, sangat baik untuk bayi dan bagi penderita sakit maag. Susu kambing dapat membantu penyembuhan penyakit pernafasan (ashma, bronchitis, TBC).
3. Modal usaha relatif lebih kecil namun menguntungkan
      Dibandingkan dengan ternak lain, seperti sapi perah, beternak kambing PE membutuhkan modal yang relatif lebih kecil. Harga susu kambing juga lebih tinggi. Rata-rata harga susu sapi segar ditingkat peternak adalah Rp.4.000-Rp.6.000 sedangkan susu kambing berkisar antara Rp.20.000 sampai dengan Rp.30.000.
       Kambing PE bila dipelihara dengan baik diberi pakan hijauan yang cukup banyak (secara bebas) maka kambing tersebut akan dapat menghasilkan susu 0.5 – 1 liter per hari selama 3-5 bulan masa laktasi. Kambing tersebut juga akan menghasilkan anak 1-2 ekor setiap kelahiran. Di samping untuk konsumsi sendiri, susu dan anak kambing dapat dijual.
      Selain itu, ternak kambing juga dapat menghasilkan pupuk prganik. Setiap ekor kambing dewasa akan menghasilkan feses 300-500 g/hari, dan urine sebanyak 0.5 -1 liter/hari. Jika diolah/diproses dan dikelola dengan baik, feses dan urin pun dapat menjadi sumber pendapatan peternak karena dapat dijual sebagai pupuk organik. Feses dan urine dapat digunakan sebagai pupuk untuk kebun/sawah, guna meningkatkan kesuburan tanah, dan akhirnya meningkatkan produksi tanaman.
4. Mudah adaptasi dengan lingkungan
     Kelebihan ternak kambing PE yang merupakan ternak lokal  Indonesia,  adalah  kemampuan  adaptasinya  yang  tinggi  terhadap  berbagai  kondisi agro-ekosistem di Indonesia, sehingga mempermudah pemeliharaanya.

B. Kendala Usaha

    Kendala yang mungkin terjadi adalah masih adanya keengganan sebagian masyarakat untuk mengkonsumsi susu kambing dengan berbagai alasan di antaranya karena susu kambing mempunyai bau khas yang kurang sedap serta kurangnya informasi mengenai manfaat mengkonsumsi susu kambing bagi kesehatan. Namun ini sebenarnya lebih banyak karena pengaruh psikologis atau persepsi negatif masyarakat terhadap kambing yaitu ternak ini adalah ternak yang bau (prengus). Pada hal dengan pengelolaan yang benar masalah bau tersebut dapat dihindari.

Demikian langkah awal dalam mempersiapkan Bisnis Kambing Peranakan Etawah (PE), Untuk Selanjutnya akan kita bahas mengenahi Pemeliharaan Ternah Kambing Etawah (PE) dan Menejemen Perkawinan Kambing Etawah (PE)
Anda bisa  mengikuti Berita dan Informasi terbaru dari fasimnews dengan cara masukan email anda dibagian Follow by email kemudian klik submit. Jika Berita dan Informasi dari kami penting silahkan share dengan menyertakan Link sumbernya.
Sekian dan Terima kasih


 Penulis :
Ferry Tamaluddin, S.Pt



BISNIS KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE)
4/ 5
Oleh