Sunday, 16 November 2014

Peluang Bisnis Pembesaran Ayam Petelur Jantan

Peluang Bisnis Pembesaran Ayam Petelur Jantan dan Keuntungan Pembesaran Ayam Jantan
Oleh : Ferry Tamaluddin, S.Pt

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Pejantan Si "Ayam Kampung" Jakarta. Selama ini, bisnis peternakan ayam yang bisa dibilang maju adalah ayam broiler. Sedangkan peternakan ayam kampung bisa dibilang stagnan atau jalan di tempat. Padahal, sebenarnya potensi  bisnisnya cukup menjanjikan. Tidak bisa dipungkiri pada umumnya masyarakat Indonesia sangat menggemari daging ayam kampung dikarenakan citarasanya yang khas yang tidak didapatkan pada ayam broiler.
Walaupun tidak ada data pasti mengenai berapa sebenarnya permintaan ayam kampung, realita dilapangan adalah permintaan ayam kampung belum diimbangi oleh suplay yang memadai. Kurangnya suplay terutama karena pada umumnya ayam kampung dibudidayakan secara konvensional (diumbar) sehingga produktifitasnya rendah. Disamping itu, permasalahan yang paling mendasar adalah sampai saat ini belum banyak industri pembibitan (breeding farm) skala besar yang memproduksi DOC ayam kampung seperti pada ayam broiler dan layer sehinga DOC ayam kampung sulit didapat dan harganya relatif mahal. Perkembangan ayam kampung juga masih terkendala belum majunya usaha pemuliaan genetik ayam kampung sehingga kurang menjamin kelangsungan DOC yang berkualitas.
Kondisi tersebut menjadikan peluang berkembangnya ayam yang memiliki kedekatan cita rasa ayam kampung, yaitu ayam petelur jantan. Ayam petelur jantan mampu “mencuri” celah ini karena karakternya yang memiliki kedekatan citarasa dan struktur daging yang mendekati ayam kampung. Ayam jantan petelur, cenderung lebih dipilih para pengusaha kuliner karena harganya yang di bawah harga ayam kampung dan kontinyuitas produksinya lebih terjamin. Karena itu, budidaya atau pembesaran ayam petelur jantan yang sudah ada tetap eksis dan bisnisnya luar biasa.
Ada berbagai sebutan untuk ayam petelur jantan.  Di jakarta ayam petelur jantan sering di sebut ayam kampung jakarta karena sudah bukan rahasia lagi, ayam petelur jantan  banyak digunakan untuk mensubstitusi kebutuhan permintaan ayam kampung yang belum sepenuhnya terpenuhi. Bahkan, seiring berjalannya waktu  saat ini ayam jantan petelur semakin populer sebagai penghasil daging yang lezat dan gigemari penikmat kuliner tanah air. Dampaknya, sekarang mulai banyak peternak yang melirik bisnis ini karena tergiur potensinya yang luar biasa.

Keuntungan Pembesaran Ayam Jantan
Ayam Jantan
        Selama ini, orang menganggap bisnis ayam yang paling menguntungkan adalah ayam broiler karena siklus produksinya yang cepat (22 hari bisa panen), pemeliharaannya relatif mudah dan permintaannya yang tinggi. Namun, karena keunggulannya tersebut banyak peternak baru bermunculan sehingga suplay dipasaran terkadang berlebih (over suplay). Akibatnya, harga daging di pasaran cenderung tidak stabil bahkan terkadang sampai di bawah titik impas alias harga jual jual dibawah biaya produksi.  Selain itu, karena pertumbuhannya yang “super cepat” ayam broiler lebih mudah stress sehingga relatif mudah terserang penyakit.
Pertanyaannya adalah apakah ada usaha peternakan yang lebih menguntungkan dari ternak broiler? jawabannya adalah PEMBESARAN AYAM JANTAN. Jawaban tersebut tentunya “relatif” tergantung performance produksi, keterampilan peternak dan kapasitas produksi dalam satu tahun.
Ayam jantan sejauh ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis unggas lain. Dibandingkan dengan ayam kampung, ayam jantan memiliki keunggulan dalam hal ketersedian DOC lebih terjamin baik kualitas maupun kuantitasnya dan harga DOC yang jauh lebih murah. Selama masih ada peternakan ayam ras petelur, ketersediaan DOC petelur jantan akan selalu tersedia karena DOC ayam petelur jantan merupakan produk ikutan atau by product dari hasil sexing atau pemilihan antara DOC jantan dan betina, dimana DOC betina merupakan produk utama dari breeding farm ayam ras petelur komersial. Disamping itu, harga live bird (ayam hidup) ayam jantan lebih terjangkau di kalangan pengusaha kuliner sehingga lebih banyak dipilih.
Jika dibandingkan dengan broiler, ayam jantan memiliki keunggulan dalam hal harga DOC yang lebih murah, relatif lebih tahan terhadap penyakit, biaya produksi per ekor lebih rendah, dan dengan luas kandang yang sama bisa diisi dua kali populasi ayam broiler. Selain itu, harga live bird (ayam hidup) ayam jantan relatif lebih tinggi dan stabil.

Artikel Selanjutnya akan membahas Mengenai "Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur Jantan". Bagi Pembaca diperbolehkan  mengkopi ataupun share  dengan menyertakan link sumbernya. Sekian.

Peluang Bisnis Pembesaran Ayam Petelur Jantan
4/ 5
Oleh